Rabu, 13 November 2013

Paper dasar-dasar kependidikan



PEMBAHASAN

 Kita mengenal semboyan dunia pendidikan adalah Tut Wuri Handayani yang berarti dibelakang memberi dorongan.Dorongan yang dimaksud sama artinya dengan motivasi,oleh karena itu pendidikan merupakan motivasi yang digunakan untuk meningkatkan taraf hidup manusia.Jika seseorang sukses maka taraf hidupnya meningkat dan sebaliknya.Kesuksesan dapat dimulai dari bangku sekolah,kesuksesan yang dimaksud adalah berupa prestasi.Jadi prestasi adalah kesuksesan seorang siswa.Dalam hal ini prestasi menjadi tujuan dan motivasi adalah hal yang akan membantu siswa mencapai tujuannya.Oleh karena itu kita perlu mengetahui lebih jauh lagi tentang motivasi,yaitu sebagai berikut:

A.Pengertian Motivasi
Motivasi disebut juga motif,berasal dari bahasa latin “movere” dan dari bahasa inggris “to move”yang artinya sama yaitu menggerakkan atau mendorong.Motivasi merupakan semua kekuatan yang ada dalam diri seseorang yang memberi kekuatan, memberi arah dan memelihara tingkah laku untuk mencapai tujuan tertentu.

B.Macam-Macam Motivasi
Motivasi diri timbul dan berkembang berdasarkan dua dasar utama yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik
v  Motivasi Intrinsik
Merupakan dorongan yang memang ada pada diri sendiri,tanpa adanya pengaruh dari orang lain dan lingkungan.

Hal-hal yang dapat membentuk motivasi intrinsik dalam belajar
1.Adanya kebutuhan
Manusia selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhannya.Karena itu untuk menumbuhkan motivasi dalam diri kita,maka harus kita ketahui terlebih dahulu jenis kebutuhan kita.
2.Cita-cita
Mempunyai pengaruh besar,sebab cita-cita adalah salah satu tujuan anak-anak melakukan kegiatan belajar.
3.Keinginan tentang kemajuan dirinya.
Setiap orang tentu ingin dirinya menjadi orang yang hebat,sehingga keinginan untuk menjadi hebat / maju tersebut akan memotivasi untuk selalu belajar.
4. Minat.
Merupakan rasa suka atau ketertarikan. Dalam dunia pendidikan contohnya adalah: seorang siswa yang mempunyai minat dalam bidang sains. Karena minatnya tersebut maka ia akan berusaha ingin tahu lebih banyak tentan  sains sehingga ia belajar.


v  Motivasi Ektrinsik.
Merupakan dorongan  yang berasal dari luar individu misalnya berupa ajakan,suruhan atau bahkan paksaan dari orang lain. Dalam hal ini peran keluarga sebagai tempat utama dalam proses pendidikan sangat penting. Orang tua mempunyai peran menumbuhkan motivasi ektrinsik ini.


Cara menumbuhkan motivasi ektrinsik :
1.Pemberian hadiah.
 Sebagai salah satu bentuk menghargai hal positif yang telah diperberbuat anak misalnya: Untuk merangsang motivasi anak,orang tua bisa menjanjikan akan memberikan hadiah nanti saat kenaikan kelas apabila nilai rapot anak bagus apalagi jika anak mampu mendapatkan juara.
2.Kompetensi.
Artinya saingan. Adanya persaingan antar teman dalam kegiatan belajar dikelas akan mampu menumbuhkan semangat belajar siswa.Karena ada keinginan untuk menjadi yang terbaik.
3.Hukuman.
Merupakan alat pendidikan yang bersifat negatif,namun dapat menjadi motivasi. Siswa akan berusaha belajar dan mengerjakan tugasnya untuk menghindari hukuman.
Sebelum memberikan hukuman hendaknya guru dan orang tua mengetahui tahapan-tahapan sebagai berikut:
a.Pemberitahuan.  b.Teguran. c.Peringatan.  d.Hukuman.
4.Pujian.
Merupakan bentuk reinforcement (penguatan) yang positif serta merupakan motivasi yang baik jika diberikan secara wajar,namun jika  berlebihan dapat membuat anak menjadi sombong.

C.Pengaruh motivasi terhadap peningkatan prestasi siswa

Dalam belajar sangat diperlukan motivasi. Hasil belajar akan menjadi optimal, jika ada motivasi. Semakin tepat motivasi yang diberikan, akan semakin berhasil juga pelajaran itu.Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar bagi para siswa.Dan usaha belajar yang optimal akan mampu mencapai prestasi yang optimal juga.Adapun manfaat motivasi belajar adalah:

a)      Motivasi sebagai pendorong perbuatan
      Memunculkan minat belajar setelah ada suatu tujuan.
b)      Motivasi sebagai penggerak perbuatan
Setelah muncul minat,keinginan dan semangat untuk belajar.Tentu rasa itu harus di implementasikan,tidak cukup hanya ada rasa ingin belajar saja tapi belajar itu harus segera dilakukan.
c)      Motivasi sebagai pengarah perbuatan
Dalam hal ini motivasi akan menyeleksi perbuatan yang akan di lakukan siswa.Setelah mempunyai tujuan yaitu prestasi,maka siswa akan berpikir perbuatan-perbuatan apa saja yang dapat membawanya meraih prestasi itu.Dan perbuatan-perbuatan apa saja yang tidak bermanfaat dalam meraih prestasi itu.Jadi motivasi akan mengarahkan siswa untuk berbuat hal-hal yang akan membuatnya mencapai tujuan.


Sinopsis cerpen kartini karya Putu Wijaya



Sinopsis Cerpen “KARTINI”
Karya: Putu Wijaya

Suatu hari ketika masih subuh, rumah Pak Amat digedor oleh seorang tetangga muda. Bapak muda itu terlihat sangat bahagia karena istrinya baru saja melahirkan dengan selamat. Ia mendatangi Pak amat untuk mengabarkan hal tersebut. Selain itu, Bapak muda tersebut belum memikirkan nama untuk anaknya,ia kemudian meminta tolong pada pak Amat untuk member nama pada anaknya.Pak amat lalu berfikir sejenak, ia ingat hari Kartini baru saja lewat bebrapa hari. Ia lalau berkata “ beri nama Kartini”. Bapak muda itu pun tampak terpesona dengan nama tersebut. Pak Amat lalu berkata lagi “ Tak usah nama yang muluk-muluk,apalah artinya nama,biar anak itu sendiri yang mengubah namanya.Siapapun kamu sebut dia,kalau dia di didik dengan baik,dia akan jadi sejarah yang berguna bagi orang banyak.” Setelah berkata begitu, Pak Amat juga tak lupa memberi ucapan selamat. Bapak muda itu masih tertegun mendengar kata-kata Pak Amat. Tapi Pak Amat tidak memberinya kesempatan bicara lagi,ia langsung menutup pintu. Setelah masuk kembali kekamarnya,Pak Amat menggerutu karena tetangganya itu telah membangunkannya saat masih subuh,ia kesal karena istirahatnya tergangggu.Pak Amat juga kesal karena tetangganya malah bertanya nama untuk anak kepadanya.Menurutnya bapak itu belum siap punya anak,kalau sudah siap seharusnya ia telah menyiapkan nama terlebih dahulu.
Keesokan harinya, istri Pak Amat marah. Sebab Pak Amat dianggap sembarangan member nama pada anak orang.Pak Amat terus membela diri,ia mengatakan nama Kartini sangat bagus,karena itu nama pahlawan.Hingga akhirnya istri Pak Amat berkata bahwa sejak 5 bulan lalu menurut prediksi dokter, anak tetangga mereka adalah laki-laki. Mana mungkin anak laki-laki diberi nama Kartini.Mendengar hal itu Pak amat langsung terbengong-bengong, ia merasa sangat bersalah.Dirinya merasa terlalu tergesa-gesa,tidak mau bertanya tentang jenis kelamin anak tersebut terlebih dahulu.
Pak Amat lalu bergegas ke rumah tetangganya tersebut, bapak muda itu sudah hampir berangkat ke klinik menjemput istri dan anaknya. Lalu dengan salah tingkah Pak Amat meminta maaf karena sembarangan member nama. Tapi Bapak muda itu malah berterima kasih pada Pak Amat karena nama Kartini itu sangat bagus. Pak Amat lalu berusaha melarang agar tidak menggunakan nama itu. Tapi bapak muda itu tetap bersikeras menggunakan nama itu, ia bahkan berkata “Tapi Raden Ajeng Kartini kan pahlawan Pak Amat. Saya harap nanti anak saya akan berguna kepada bangsa seperti Kartini.Itu kan nama pemberian Pak Amat”. Pak Amat bingung, ia fikir bapak muda itu menyindirnya,karena telah member nama yang sembarangan. Pak Amat masih melarang,namun bapak muda itu segera pergi ke klinik.

Pak amat lalu pulang menemui istrinya,ia berkata “Aku kira dia tersingung dan menyindir. Masak aku kasih nama anak lakinya dengan nama perempuan,” curhat Amat malam hari di meja makan. Istrinya lalu mengingatkan agar lain kali tidak berkata sembarangan. Karena merasa sangat bersalah,ia pun menunggu tetangganya pulang dari kelinik. Setelah larut malam mereka akhirnya pulang. Pak Amat kemudian menghampiri, ia tetap melarang anak itu di beri nama Kartini. Tapi bapak muda itu juga tetap ingin nama itu yang di pakai. Pak Amat semakin bingung, ia lalu berkata “ RA kartini pasti senang jika perjuangannya menyetarakan hak perempuan degan laki-laki ada yang melanjutkan. Tapi tidak usah sampai mengubah perempuan itu menjadi laki-laki dan merubah laki-laki menjadi perempuan”. Bapak muda itu berkata ia mengerti maksud Pak Amat. Lalu Pak Amat berkata “Kalau begitu jangan kasih nama anakmu Kartini!” “Tidak bisa Pak, sudah dicatatkan dalam akte kelahirannya” jawab Bapak muda itu.
Pak Amat yang sangat bingung lalu berkata “Tapi kamu tidak boleh mengubah anak lelaki menjadi perempuan!” “Anak saya perempuan Pak, bukan lelaki seperti yang diramalkan oleh Dokter, jawab bapak muda tersebut dengan senyum yang mengembang dibibirnya. Mendengar itu tentu saja raut muka Pak Amat langsung beruba antara kesal dan malu.




Tugas Keterampilan Berbicara2



Permasalahan serta Solusi dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
di Indonesia

Sejak pengaruh globalisasi mendunia, kemajaun teknologi dan perubahan yang terjadi memberikan kesadaran baru bahwa setiap Negara di dunia tidak lagi berdiri sendiri. Indonesia yang berada di tengah-tengah dunia kini mulai membandingkan kehidupannya dengan negara lain. Dari perbandingan itu dapat dirasakan bahwa Indonesia mengalami ketertinggalan di berbagai bidang salah satunya pendidikan. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan SDM untuk pembangunan bangsa. Setelah diamati, nampak jelas bahwa masalah yang serius dalam  pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang pendidikan. Banyak data-data yang membuktikan rendahnya mutu pendidikan di Indonesia. Contohnya, menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia. Dan masih menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia. Data-data tersebut hanyalah sebagian kecil dari berbagai data yang menunjukkan rendahnya mutu pendidikan di Indonesia.Rendahnya mutu pendidikan inilah yang menyebabkan rendahnya mutu SDM bangsa Indonesia.
Rendahnya mutu pendidikan di Indonesia  terjadi karena beberapa penyebab
antara lain;
(1). Sistem pendidikan yang kurang efektif dan efisisen, hal ini ditunjukan dengan  kurang jelasnya tujuan pembelajaran, hasil pendidikan  seringkali hanya dilihat dari segi nilai tanpa memperhatikan proses, administrasi sekolah yang kurang baik, adanya peserta didik yang memilih jurusan tidak sesuai dengan minat dan bakat serta terlalu seringnya pergantian kurikulum.
(2). Rendahnya kualitas guru, kualitas guru yang rendah disebabkan oleh beberapa hal seperti; rendahnya kesejahteraan guru, kurangnya kemampuan guru dalam pengelolaan kelas serta dalam penyampaian pelajaran.
(3). Kurangnya pemerataan pendidikan, masih banyak anak usia sekolah yang putus sekolah bahkan tidak sekolah sama sekali di Negara ini. Hal ini disebabkan biaya pendidikan yang dirasakan mahal bagi rakyat miskin. 
(4). Kurangnya sarana dan prasarana sekolah, hal ini ditandai dengan  banyaknya gedung-gedung sekolah yang rusak, kurangnya fasilitas  seperti media pembelajaran,perpustakaan,laboratorium dll.
(5). Siswa kurang motivasi dalam belajar, bila hal ini terjadi ini adalah tugas bersama  yaitu guru dan orang tua untuk menumbuhkan dan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Beri pengertian dengan bahasa sederhana dan komunikatif pentingnya belajar untuk bekal hidup dan masa depan.
(6). Dampak buruk dari alat elektronik seperti televisi dan game. Seharusnya televisi mempunyai dampak positip terhadap ilmu pengetahuan. Tetapi kebanyakan anak bahkan orang tua kurang senang menonton berita, mereka lebih senang menonton sinetron atau acara gosip. Seharusnya anak dibimbing dan dibatasi waktunya menonton televisi. Anak juga jangan sampai kecanduan bermain game hingga lupa pada tugasnya untuk belajar. Faktor-faktor tersebut hanyalah beberapa dari banyaknya penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia. Jika ditelusuri mungkin masih banyak faktor-faktor lainnya.
          Dari berbagai masalah yang menjadi penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia, tentu banyak kalangan telah memikirkan solusi atau upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Negara ini. Pada tahun 2007 Presiden memaparkan beberapa langkah yang akan dilakukan oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,yaitu; (1) Meningkatkan akses terhadap masyarakat untuk bisa menikmati pendidikan di Indonesia. Tolak ukurnya adalah dari angka partisipasi. (2) Menghilangkan ketidakmerataan dalam akses pendidikan, seperti ketidakmerataan di desa dan kota, serta gender. (3) Meningkatkan mutu pendidikan dengan meningkatkan  kualifikasi guru dan dosen, serta meningkatkan nilai rata-rata kelulusan dalam ujian nasional.(4)  Pemerintah akan menambah jumlah jenis pendidikan dibidang kompetensi atau profesi sekolah kejuruan. Untuk menyiapkan tenaga siap pakai yang dibutuhkan. (5) Pemerintah berencana membangun infrastruktur seperti,menambah jumlah komputer dan perpustakaan di sekolah-sekolah. (6) Pemerintah juga meningkatkan anggaran pendidikan. (7) Pembiayaan bagi masyarakat miskin untuk bisa menikmati fasilitas pendidikan Dengan adanya program-program tersebut tentu harapannya adalah segala program yang baik bisa terealisasikan dengan baik dan juga benar.
Namun seperti yang diketahui masyarakat pada umumnya selain kebijakan-kebijakan tersebut, memang ada beberapa kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan yang mengundang pro dan kontra sampai sekarang, contohnya UN. Masyarakat menilai UN tidak boleh digunakan sebagai satu-satunya penentu kelulusan. Sebab jika seperti itu bearti pendidikan di Indonesia tidak mau melihat proses yang ditempuh peserta didik, namun hanya melihat hasil atau nilai yang diperoleh peserta didik diakhir. Selain itu kebijakan lain yang juga menimbulkan pro dan kontra baru-baru ini adalah perubahan kurikulum menjadi kurikulum 2013. Banyak kalangan menilai kurikulum ini terlalu dipaksakan, terburu-buru dan bersifat uji coba. Beberapa orang berkomentar seperti ini “Para pejabat Kemendikbud dengan penuh rasa percaya diri menyatakan bahwa kurikulum 2013 hanya meliputi lima persen di SD dan tujuh persen di SMP sebagai penerapan bukan ujicoba”. "Bagaimana mungkin tidak dibilang ujicoba, sementara telah terjadi pengurangan yang begitu drastis, dari semula 132 ribu sekolah menjadi hanya 6.400-an dari semula 20 juta siswa menjadi hanya 1.600 siswa. Masa sih para profesor di Kemendikbud masih menganggap ini bukan sampel? Kenapa harus malu dengan ujicoba sehingga ngotot dengan penerapan?" kritik Retno Listyarti, Sekretaris Jenderal FSGI (Federasi Serikat Guru Indonesia). Kurikulum 2013 juga menuai banyak protes dari orangtua murid karena menghapuskan mata pelajaran Bahasa Inggris dari sekolah dasar. Namun selain menuai kontra, ada juga yang pro dengan kurikulum ini yaitu Ida, guru kelas I SD di Jepara yang sudah mendapat pelatihan selama lima hari di Solo dan mulai menerapkan kurikulum 2013 sejak kemarin memberikan komentarnya, "Kurikulum yang baru ini bagus untuk membentuk kreativitas anak dan melatih keberanian mereka. Penilaian juga dilihat dari sikap, perilaku, dan keaktivan di kelas. Jadi guru harus mengamati murid-muridnya. "Tapi jadi sulit kalau muridnya banyak. Di kelas saya mengajar sekitar 40-an. Idealnya, jika melihat video yang diputar waktu pelatihan itu muridnya enggak sampai 20 orang." Memang pada akhirnya kurikulum ini tetap dilaksanakan. Namun dilapangan semua merasa belum siap menerapkannya. Baik guru sebagai pelaksana maupun pserta didik sebagai penerimanya.  Masyarakat percaya program yang dibuat pasti bertujuan baik yaitu untuk meningkatkan mutu pendidikan,namun pemerintah juga harus mengerti bagaimana susahnya pelaksanaan di lapangan. Terlepas dari kebijakan-kebijakan pemerintah yang menimbulkan pro dan kontra itu, ada juga peran serta pihak lain dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia salah satunya  oleh guru. Tentu saja itu karena guru adalah salah satu fasilitator dalam pendidikan dan pengajaran. Adapun upaya-upaya yang harus dilaksanakan guru, yaitu; meningkatkan kualitas pembelajaran dengan selalu berpedoman pada tujuan pemebelajaran, menggunakan metode yang bervariasi, memberikan motivasi kepada siswa. Selain itu masyarakat juga berperan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Hal itu dapat dilakukan dengan mematuhi program pemerintah dalam bidang pendidikan seperti wajib belajar, mau memperhatikan pendidikan anak-anaknya. Lalu bagi siswa sendiri tentu harus berperan aktif pula dengan cara melaksanakan kewajibannya yaitu belajar dengan sungguh-sungguh. Supaya berhasil, upaya – upaya  peningkatan mutu pendidikan memang harus dilaksanakan oleh semua pihak.
Dari upaya-upaya peningkatan mutu pendidikan yang dicanangkan, dapat dirasakan beberapa diantaranya telah terealisasikan seperti; sertifikasi untuk meningkatkan kesejahteraan guru, adanya program sekolah gratis oleh pemerintah daerah, penentuan kelulusan yang sekarang tidak hanya dari nilai UN saja tetapi melibatkan nilai rapot dan ujian sekolah. Selain itu guru-guru juga sudah  mau berusaha  meningkatkan kualitas diri dalam mengajar dengan  memanfaatkan teknologi untuk digunakan dalam metode mengajarnya, meningkatkan kualitas diri dengan mengikuti penyegaran guru seperti, penataran-penataran,workshop, seminar serta pelatihan-pelatihan lainnya,  dan dengan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Di masyarakat juga telah menyatakan perannya seperti; ada yang mendirikan sekolah bagi anak-anak jalanan, diberlakukannya jam belajar  walaupun hanya di daerah tertentu. Setidaknya semua pihak telah ikut berupaya meningkatkan mutu  pendidikan di Indonesia. Dengan harapan kedepan supaya mutu  pendidikan semakin bagus sehingga mutu SDM semakin unggul untuk menuju bangsa yang lebih maju.

Tugas Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia



Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia

Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan sekelompok manusia untuk menyampaikan ide, pikiran, perasaan. Sebagai bangsa yang memiliki beragam  suku, budaya,serta bahasa daerah maka bangsa Indonesia harus memiliki bahasa pemersatu. Untuk memenuhi tuntutan itu, maka ditetapkanlah bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa melayu sebagai bahasa pemersatu tersebut. Sebagai bahasa pemersatu bangsa, bahasa Indonesia memiliki kedudukan dan beberapa fungsi.
Kedudukan bahasa Indonesia terbagi ke dalam dua kategori yaitu sebagai Bahasa Nasional dan Bahasa Negara.
1). Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional 
Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional diikrarkan pada 28 Oktober 1928 yaitu hari “Sumpah Pemuda”. Fungsi Bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai Bahasa Nasional yaitu :
a)      Lambang Kebanggaan Nasional
Sebagai lambang kebanggaan nasional, bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebangsaan kita. Atas dasar kebangsaan ini , bahasa Indonesia harus kita pelihara dan kita kembangkan. Serta harus senantiasa kita bina rasa bangga dalam menggunakan bahasa Indonesia.
b)    Lambang Identitas Nasional
Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia merupakan lambang bangsa Indonesia. Ini berarti, dengan bahasa Indonesia akan dapat diketahui siapa kita. Karena fungsinya yang demikian itu, maka kita harus menjaganya jangan sampai ciri kepribadian kita tidak tercermin di dalamnya. Jangan sampai bahasa Indonesia tidak menunjukkan gambaran bangsa Indonesia yang sebenarnya.



c)      Sebagai Alat Pemersatu Bangsa yang Berbeda Suku, Agama, Ras, Adat Istiadat dan
     budaya
 Fungsi yang ketiga ini memungkinkan masyarakat Indonesia yang terdiri dari suku bangsa   dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya yang berbeda dapat bersatu dalam kebangsaan Indonesia. Dengan bahasa Indonesia, memungkinkan berbagai suku bangsa mencapai keserasian hidup sebagai bangsa yang bersatu dengan tidak perlu meninggalkan identitas kesukuan dan kesetiaan kepada nilai – nilai sosial budaya serta latar belakang bahasa daerah yang bersangkutan.
d)   Bahasa Indonesia sebagai Alat Komunikasi
Dengan adanya bahasa Indonesia kita dapat menggunakannya sebagai alat komunikasi dalam berinteraksi atau berkomunikasi dengan masyarakat-masyarakat di daerah (sebagai bahasa penghubung antar warga, daerah, dan buadaya). Misalnya, apabila kita ingin berkomunikasi dengan seseorang yang berasal dari suku lain yang berlatar belakang bahasa berbeda. Kita tidak dapat bertukar pikiran dan saling memberi informasi, akan tetapi dengan bahasa Indonesia, kita dapat saling berhubungan untuk segala aspek kehidupan.

2) Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara
Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai Bahasa Negara pada tanggal 18 Agustus 1945. Tercantum dalam batang tubuh UUD 1945 Bab XV, Pasal 36. Kemudian Pada tanggal 25-28 Februari 1975, hasil perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional yang diselenggarakan di Jakarta menyebutkan fungsi dalam Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara adalah :
a)      Sebagai Bahasa Resmi Kenegaraan
Sebagai bahasa resmi kenegaraan , bahasa Indonesia dipakai di dalam segala upacara, peristiwa dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
b)      Sebagai Bahasa Pengantar di dalam Dunia Pendidikan
Bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar yang digunakan di lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun non formal mulai dari taman kanak – kanak sampai dengan perguruan tinggi diseluruh Indonesia.
c)      Sebagai Alat Perhubungan pada Tingkat Nasional untuk Kepentingan Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan serta Pemerintahan
Bahasa Indonesia dipakai bukan saja sebagai alat komunikasi timbal – balik antara pemerintah dan masyarakat luas, dan bukan saja sebagai alat perhubungan antar daerah dan antar suku , melainkan juga sebagai alat perhubungan di dalam masyarakat yang sama latar belakang sosial budaya dan bahasanya.
d)   Sebagai Alat Pengembangan Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi.
Bahasa Indonesia adalah satu – satunya alat yang memungkinkan kita membina dan mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa sehingga ia memikili ciri – ciri dan identitasnya sendiri ,yang membedakannya dari kebudayaan daerah.

Selain memiliki fungsi dalam kedudukan, bahasa Indonesia juga memiliki fungsi secara      umum dimata masyarakat saat ini.
Fungsi  bahasa Indonesia secara umum antara lain;
a)       Sebagai Alat untuk Mengungkapkan Ekspresi Diri
Bahasa dalam hal ini yaitu bahasa Indonesia dapat digunakan sebagai alat untuk mengungkapkan ekspresi diri. Dengan bahasa, kita dapat mengungkapkan perasaan atau ekspresi yang sedang kita rasakan atau hendak kita tunjukkan kepada orang lain sehingga orang lain dapat mengerti apa yang kita maksudkan.
b)      Sebagai Alat Komunikasi
Dalam berkomunikasi alat yang paling sering atau lazim digunakan adalah Bahasa. Dengan adanya bahasa, setiap orang dapat saling berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Komunikasi adalah kelanjutan dari ekspresi diri yang kita sampaikan kepada orang lain dan mendapatkan respon balik dari ekspresi yang kita sampaikan tersebut.
d)      Sebagai Adaptasi dan Integrasi
Dalam kehidupan kita sebagai makhluk sosial, selain berkomunikasi kita dituntut untuk dapat berbaur dan menyesuaikan diri (beradaptasi) dengan lingkungan di sekitar kita. Dengan adanya bahasa, kita akan dapat dengan mudah berbaur dan menyesuaikan diri dengan lingkungan di sekitar kita atau lingkungan yang sedang kita datangi. Pada saat kita beradaptasi dengan lingkungan sosial tertentu, kita akan memilih dan menggunakan bahasa yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang kita hadapi.
e)      Sebagai Kontrol Sosial
Dengan adanya bahasa dapat memberikan kontrol terhadap tingkah laku atau sikap yang dilakukan. Dari bahasa yang digunakan seseorang dapat tercermin bagaimana tingkah lakunya.         .

 Tgl 14 November @013